Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), jumlah pengusaha di Indonesia saat ini hanya sekitar 1,65% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 250 juta jiwa. Jumlah tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang sebenarnya memiliki jumlah penduduk yang jauh lebih kecil serta sumber daya alam yang lebih sedikit dibandingkan dengan Indonesia. Untuk kawasan ASEAN, Singapura merupakan yang tertinggi dengan jumlah pengusaha sebanyak 7%, disusul Malaysia 5% dan Thailand 4%. Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., menyampaikan data-data tersebut saat membuka Seminar Nasional Technopreneur 2015 yang diselenggarakan Laboratorium Mahasiswa (LABMA) UII dalam rangka Temu Wilayah Jawa Tengah – DIY di Ruang Auditorium Fakultas Kedokteran UII, pada hari Ahad (12/4).
Dr. Harsoyo melanjutkan, Idealnya, untuk menjadi negara maju maka sebuah negara setidaknya harus memiliki 2% enterpreneur dari total keseluruhan jumlah penduduknya. Dengan demikian Indonesia masih harus berjuang meningkatkan jumlah pengusahanya jika ingin menjadi negara maju.
“Kemajuan teknologi yang semakin pesat termasuk teknologi informasi juga belum mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh para enterpreneur di Indonesia. Banyak di antara kita yang belum mengetahui cara memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut untuk enterpreneurship, bahkan masih banyak pengusaha yang belum melek teknologi dalam mengembangkan usahanya.” Papar Dr. Harsoyo.
Berdasarkan hal tersebut, Dr. Harsoyo menilai Seminar Nasional Technoprener ini sangat penting agar memberikan inspirasi-inspirasi bagi mahasiswa yang mungkin sebelumnya belum pernah terpikirkan atau masih bingung untuk mengembangkan usaha di bidang apa. “Bagi UII, upaya-upaya pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan jumlah wirausaha berbasis teknologi menjadi kontribusi penting institusi UII dalam rangka menguatkan sektor perekonomian Indonesia sekaligus mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana tagline UII yaitu berilmu amaliah dan beramal ilmiah.” Jelas Dr. Harsoyo.
Sebagaimana dijelaskan oleh Direktur Direktorat Pengembangan Minat Bakat dan kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM) UII Beni Suranto, S.T., M.Soft.Eng., dalam acara seminar tersebut juga sekaligus diadakan launching Laboratorium Mahasiswa (LABMA) UII. “UII punya niatan membangun generasi muda yang memiliki sifat cendekia. Dengan dilaunchingnya LABMA ini kita harapkan kontribusi mahasiswa di bidang research dan pengembangan teknologi.” Ujar Beni.
Menurutnya, selama ini mayoritas proposal mahasiswa yang masuk ke DPBMKM didominasi oleh proposal-proposal kegiatan olahraga dan sebagainya, sehingga dengan peran aktif LABMA diharapkan nantinya proposal-proposal research, International Conference, pengembangan teknologi dan entrepreneurship akan semakin banyak.
Seminar yang merupakan acara penutup dari rangkaian acara TEMWIL Jateng-DIY tersebut diisi oleh beberapa pembicara berkualitas seperti Deputi Kajian dan Kebijakan MITI Dr. Dwi Handoko, M.Eng., Direktur Lembaga Research Pendawa Kencana Multi Farm Dr. Ir. Gembong Priyatmo Danudiningrat, M.Sc., dan Wakil Rektor I UII Dr. Ing. Ilya Fadjar Maharika, MA.,IAI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar