Rabu, 25 Maret 2015

Teknik Bulb Fotografi



Teknik Bulb adalah teknik dalam fotografi yang menggunakan kecepatan atau speed yang sangat lambat. Biasanya di kamera DSLR yang baru terdapat setingan speed bulb, yaitu dititik kecepatan paling rendah.

Contoh Foto Bulb



Berikut adalah cara atau tips dalam teknik bulb yang mungkin berguna :
• Biasanya Foto bulb dilakukan pada malam hari
• Gunakan speed rendah atau bulb, speed lebih dari 3 detik
• Karena menggunakan speed rendah, untuk mengimbangi gunakan bukaan atau nilai f besar, f11 sampai f30, gunanya agar gambar bisa terlihat detail keseluruhan tanpa depth of field dan agar cahaya tidak terlalu terang
• Karena menggunakan kecepatan rendah, agar tidak ada goncangan saat mengambil gambar agar terjadi flug atau gambar yang gerak, maka gunakanlah alat bantu berupa tripod. Kalau tidak ada tripod, alternatif lain adalah seting kamera dengan timer, dan letakan kamera di landasan yang datar dan jauh dari goncangan.

Teknik Zooming




Zooming merupakan teknik Foto Portraituntuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa pada saat eksposure. Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom.
Untuk mendapatkan kesan gerak, Anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik. Pada saat pemotretan, dalam waktu bersamaan dengan proses eksposure, titik fokus lensa diubah dengan menarik lensa zoom ke dalam atau ke arah luar (untuk jenis zoom yang ditarik) atau dengan cara menggeser titik fokus lensa ke kiri atau ke kanan (untuk lensa zoom jenis gelang). Sebaiknya, gunakan tripod untuk menopang kamera pada saat pemotretan. Tempatkan subjek utama pada bagian tengah foto. Pada bagian ini, ketajaman gambar relatif lebih baik dari bagian lain.
Efek zooming terbaik akan diperoleh jika background memiliki kontras dan warna yang bervariasi. Besarnya efek zooming yang diperoleh tergantung pada berapa cepat gerakan tangan Anda mengubah fokus pada saat eksposure. Teknik Foto Portrait ini dapat digunakan baik pada siang hari atau pada malam hari/kondisi pencahayaan kurang. Jika pemotretan dilakukan malam hari, Anda dapat memakai waktu pencahayaan lama dan akan memperoleh efek lampu yang membentuk garis-garis panjang cahaya.

Selasa, 24 Maret 2015

TEKNIK PANNING

Teknik Panning
Panning adalah cara lain untuk memberikan kesan gerak pada foto. Ketika melakukan panning, Anda mengikuti subjek selama eksposure. Jika terlaksana dengan baik, hasilnya menjadikan subjek menjadi relatif lebih tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur. Jarang dihasilkan subjek yang sepenuhnya tajam. Namun, beberapa bagian subjek yang mengalami blur justru memperkuat kesan gerak dari foto.

Teknik panning digunakan ketika Anda menginginkan kesan bergerak pada subjek tidak hilang .
Pemotretan panning harus terencana. Ambillah subjek yang terpisah cukup baik dari background. Cobalah temukan background yang memiliki warna cerah atau berciri jelas yang akan menghasilkan pola menarik dari warna-warna yang diblur. Pada saat pemotretan, waktu yang tepat dan halusnya gerakan kamera merupakan faktor yang sangat penting. Awali mengikuti subjek sebelum melepas rana, lepaskan rana, lakukan terus hingga terdengar suara klik rana menutup kembali. Putar seluruh badan saat mengikuti gerakan subjek, jangan melakukan hanya dengan menggerakkan kepala dan bahu saja. Panning membutuhkan kemampuan praktek, terkadang fotografer profesional pun tidak selalu berhasil dalam setiap jepretannya.
Panning menggunakan rana berkecepatan rendah, biasanya 1/15 atau 1/30. Penggunaan kecepatan rana lebih rendah membutuhkan tripod untuk mencegah timbulnya gerakan vertikal kamera yang tidak
diinginkan. Untuk mencegah overexposure dengan kecepatan rana rendah pada cuaca terang, gunakan film berkecepatan rendah.

1. Jangan gunakan tripod, untuk mengikuti arah gerakan obyek kamera harus bisa bergerak luwes
2. Set kamera pada mode Shutter Priority (S atau Tv)
3. Shutter speed yang digunakan untuk panning adalah antara 1/30 sampai dengan 1/8, jadi set kamera diantara angka tersebut
4. Cari obyek bergerak yang akan dipanning (tips: pilihlah background yang berwarna-warni untuk panning sehingga hasil blur dari background makin menarik)
5. Arahkan kamera mengikuti obyek yang bergerak dan pencet separuh tombol release untuk mengambil fokus.
6. Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan kejut yang mendadak bisa mengakibatkan hasil foto yang tidak menarik
7. Saat tangan kita sudah ‘seirama’ dengan gerakan obyek, pencet tombol release untuk mengambil eksposur
8. Makin banyak berlatih, tangan dan mata kita akan semakin terasah!
Benda-benda bergerak seperti orang berlari, delman, sepeda motor, atau mobil dapat diambil gambarnya dalam dua cara yakni efek freeze dan efek panning. Efekfreeze akan memberikan hasil foto dari benda bergerak nampak seolah-olah dihentikan, sesuai dengan arti istilah freeze yakni pembekuan. Foto dengan efekfreeze ini mudah dibuat, yakni dengan menempatkan shutter speed yang tinggi misalnya 1/125 untuk orang berlari, 1/250 atau 1/500 untuk sepeda motor/mobil yang sedang melaju. Teknik memotretnya juga mudah yakni dengan menempatkan kamera dalam keadaan diam ketika tombol shutter dilepas. Ciri foto dengan efekfreeze objek yang bergerak maupun latarbelakangnya menjadi tampak diam atau berhenti dan terkesan gambar menjadi sangat statis tidak menunjukkan efek gerak. Sebaliknya, foto dengan efek panning akan memberikan hasil benda yang bergerak nampak sedang melaju sehingga memberikan efek dinamis yang sangat besar.

Teknik Freezing dalam Fotografi



Penggunaan rana (shutter) dengan kecepatan rendah pada subjek yang bergerak akan menimbul-kan blur yang memberi kesan gerak. Selain itu, penggunaan kecepatan tinggi juga dapat memberikan kesan gerak dengan membekukan gerakan yang sedang berlangsung, pemotretan ini lazim disebut freezing. Hasilnya adalah foto yang mem¬perlihatkan subjek foto tepat di tengah gerakan yang sedang dilakukan. Karena menggunakan kecepatan rana tinggi, gambar subjek menjadi jelas/tidak blur. Pemotretan freezing yang baik membutuhkan perencana¬an. Jika mengetahui atau dapat yang bergerak memperkirakan arah yang akan dilalui subjek, Anda dapat menentukan sudut kamera, pencahayaan, latar belakang, jarak fokus, dan eksposure. Dengan demikian, Anda dapat lebih berkonsentrasi memperhatikan subjek tersebut. Yang tidak kalah pentingnya adalah mengantisipasi puncak gerakan yang akan di freeze. Ketika Anda bekerja dengan rana berkecepatan tmggi, hampir selalu harus diimbangi dengan film berkecepatan tinggi untuk mendapatkan hasil terbaik. Film berkecepatan tinggi memungkinkan Anda mendapat diafragma besar. Hasilnya adalah depth of field (DOF) yang lebih lebar.

Teknik freezing. Membekukan subjek

Freezing Orang Loncat


Freezing Menuang air dalam Gelas

Dilihat dari kata nya sudah terlihat bahwa kata freezing artinya beku. Jadi Teknik Freezing Fotografi Adalah Teknik Fotografi yang membekukan suatu objek bergerak (dalam hasil jadi foto). Tanpa teknik, biasanya jika kita foto sebuah objek bergerak, maka hasilnya akan flug atau goyah.

Tips atau cara Teknik Freezing fotografi adalah :
-Seting sutter speed dengan kecepatan tinggi. Misal speed 1/1000 s
-Karena Kecepatan speed tinggi membutuhkan cahaya yang lebih, maka set bukaan besar, misal f3.5
-Jika masih terlihat gelap, gunakan lampu flash.

Teknik-teknik dalam Fotografi


Ada beberapa teknik di dalam fotografi, berikut ini adalah beberapa teknik fotografi yang mengutamakan permainan kecepatan rana (shuter speed):
a. Teknik dengan menggunakan kecepatan rana tinggi:
freezing
freezing adalah teknik membekukan objek yang bergerak, karena menggunakan kecepatan rana yang tinggi maka hasilnya adalah foto yang mem­perlihatkan subjek foto tepat di tengah gerakan yang sedang dilakukan. freezing tidak bisa menggunakan shuter speed yang rendah karena hasilnya akan menimbulkan blur yang memberi kesan gerak.
b. Teknik dengan menggunakan kecepatan rana rendah:
Show Action
Secara teknis, kecepatan dari teknik ini adalah dibawah 1/60s dan diafragma di angka besar (bukaan kecil). Gambar yang dihasilkan nantinya adalah semua benda yang bergerak akan terlihat blur, sedangkan benda yang diam tak bergerak akan tetap jelas seperti apa adanya.
Panning
Panning adalah teknik fotografi yang akan menghasilkan foto di mana objek yang bergerak akan terlihat jelas sedangkan objek yang diam akan terlihat blur. Ini bisa dilakukan jika si fotografer mengikuti arah objek yang bergerak ketika memotret.
Zooming
Zooming merupakan teknik yang membarikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa pada saat exposure. Teknik ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan lensa zoom. Teknik ini menggunakan cara memutar lensa, baik itu zoom in maupun zoom out pada saat menekan shutter.
Bulb
Pada dasarnya, ketika shutter ditekan, maka jendela rana akan membuka dan sensor/film akan merekam gambar.Teknik bulb adalah fotografi yang caranya dengan menekan shutter terus dengan timing waktu yang sudah ditentukan. Umumnya, teknik ini digunakan untuk memotret mobil bergerak di malam hari, sehingga yang dihasilkan hanyalah garis-garis lampu yang terbentuk dari mobil yang bergerak.
Pada teknik yang menggunakan shutter speed rendah alangkah baiknya jika si fotografer menggunakan tripod untuk menghindari kamera goyang pada saat memotret.
ada pula teknik2 lain, ini adalah beberapa tekniknya:
Sebenarnya saya masih kurang mengerti dengan teknik ini, tapi saya akan coba menjelaskan teknik ini. Teknik ini merupakan teknik yang cukup menarik karena menghasilkan gambar yang unik. Dalam satu frame foto kita dapat menghasilkan foto orang yang sama dengan pose yang berbeda. Untuk menghasilkan foto ini dianjurkan menggunakan tripod agar foto yang dihasilkan tidak goyang. Sebaiknya memilih background gelap atau hitam agar penumpukan objek foto bagus dan tidak kacau.

Teknik Dasar Fotografi



Three Main Gateway

Kalau kita belajar matematika, kita akan memulai dengan 4 dasar yaitu, +,-,x,/, di photography, kita memulai dengan 3 dasar mengatur cahaya yang masuk ke sensor ataupun lebih dikenal dengan three gateway of light, three methodology, dll. Ketiga hal itu adalah Shutter Speed, Aperture, dan ISO Speed (Sensitivitas Sensor terhadap cahaya)
Shutter Speed adalah kecepatan tirai penutup sensor. Semakin lambat tirainya bergerak, semakin banyak cahaya yang masuk ke sensor,. Shutter speed yang tinggi bisa menangkap object yang bergerak cepat dengan jelas, misalnya mobil yang bergerak, sedangkan shutter speed yang lambat, bisa merekam gambar dengan lambat, sedangkan benda yang bergerak bisa kelihatan motion-nya . Untuk pemahaman cahaya yang masuk melewati kecepatan shutter, kita bisa memakai analogi jendela dan pintu jendela. Ketika kita menekan tombol shutter, pintu jendela ini akan membuka, dan menutup kembali. Ketika pintu jendelanya dibuka secara lambat, cahaya yang masuk melewati kedalam ruangan semakin banyak daripada pintu yang dibuka dengan kecepatan tinggi.



Aperture adalah lubang cahaya yang masuk ke sensor. Ukuran aperture ditentukan oleh sebuah alat yang bernama diaphragm. Cahaya yang masuk masuk dari lens, bergerak melewati aperture sebelum masuk ke sensor. Fungsi sebenarnya ukuran besar kecilnya aperture adalah untuk mengatur kedalaman ketajaman gambar. Aperture yang kecil mempunyai ketajaman yang lebih dalam sedangkan aperture yang besar memiliki kedalaman yang tidak dalam, sehingga object yang berada diluar dari kedalamanan akan kelihatan kabur. Bagaikan mainan laser, semakin kecil lubang cahaya laser, maka semakin jauh laser bisa memantulkan cahaya, dan semakin lebar lubang cahaya, maka semakin tidak jauh laser bisa memantulkan cahayanya. Kita bisa mengunakan kembali analogi jendela dan pintu jendela diatas untuk pemahaman pengaturan cahaya lewat aperture. Kalau kecepatan pintu jendela membuka dan menutup kembali itu adalah shutter speed, maka jendela itu sendiri adalah aperture karena cahaya memasuki sensor lewat jendela itu. Semakin lebarnya jendela maka otomatis cahaya yang masuk lebih banyak dan begitu juga sebaliknya.



Satu hal yang akan selalu membingungkan pemula adalah besar aperture bukan ditentukan besar f number,, tapi sebaliknya. misalnya f 2.8 adalah aperture besar sedangkan f22 adalah aperture kecil.
Kombinasi antara shutter speed dan aperture adalah kunci untuk menentukan sebuah gambar itu memliki exposure yang tepat. Ketika berada di tempat yang terang seperti outdoor, kita bisa menggunakan shutter speed yang tinggi dengan aperture yang tinggi untuk mengurangi cahaya yang berlebihan masuk kedalam sensor supaya hasil dari foto tidak terlalu terang. Sedangkan ketika berada ditempat tidak terlalu terang seperti indoor, kita bisa menggunakan Aperture yang besar dan Shutter speed yang lambat. Namun shutter speed yang lambat sangat sensitive dengan pergerakan camera. Kamera yang bergerak saat shutter speed lambat berjalan akan menyebabkan gambar yang kabur. Di situasi seperti ini, penggunaan Tripod (alat tempat camera berdiri) atau kecepatan ISO bisa menjadi solusi.
ISO Speed adalah sensitivitas sensor terhadap cahaya. Penggunaan ISO yang tinggi bisa membantu sensor menrespon cahaya dengan lebih cepat, namun semakin tinggi ISO, akan menimbulkan noise. Noise membuat gambar kelihatan tidak jernih,.






Dengan kombinasi tiga pintu masuk cahaya, kita bisa mengatur settingan cahaya sesuai situasi dan kebutuhan kita dimana fungsi Auto kadang tidak bisa melakukannya dengan benar. Kalau kita melihat object lewat viewfinder yang merupakan refleksi dari cermin, bagaimana kita mengetahui sebuah settingan itu over exposure atau kekurangan cahaya. Biasanya di Viewfinder ada meterancahaya untuk kita mengatur exposure yang tepat. Begitu juga kalau melakukan live view dari LCD

Memahami Pencahayaan
Fotografi adalah lukisan bercat cahaya. Maka, hal terpenting dalam fotografi adalah pencahayaan. Sekilas memang pencahayaan ini terkesan sulit, tapi pada dasarnya, penyetelan banyak - sedikitnya cahaya yang akan masuk dalam lensa kamera nggak begitu rumit. Kamera digital memang memiliki penyetelan cahaya secara otomatis, yang apabila di tempat terang ia akan menyesuaikan setelan rana menjadi lebih sempit sehingga hasil gambar akan normal, alias nggak berlebih cahaya (over-exposure). Tapi bagaimana di tempat gelap? Realitanya, kebanyakan kamera saku belum mampu mengatasi masalah pemotretan di tempat gelap. Dengan setelan shutter yang relatif cepat disertai dengan kondisi cahaya minim, hasil foto pasti akan buram. Solusi untuk ini tentu saja dengan memilih kecepatan rana rendah.

Memotretlah Tanpa Flash
Nggak semua tempat bisa dijadikan lokasi pemotretan sesuai keinginan kita. Di museum, misalnya, kita nggak bisa seenaknya menggunakan lampu flash saat memotret obyek. Untuk menyiasati larangan tersebut, coba setel ISO ke level yang paling tinggi, buka aperture atau diafragma selebarnya dan gunakan shutter yang lambat. Dengan setelan ini, ditambah dengan penggunaan tripod, niscaya gambar kita akan bebas dari minim cahaya dan keburaman. Bagaimana kalau nggak ada tripod? Jangan khawatir, dengan teknik dasar, hal-hal sepert ini bisa diatasi. Caranya, perhatikan lah posisi tangan saat memotret. Minimalisasi gerakan yang mampu mengaburkan gambar dengan menempelkan sedekat mungkin lengan yang memegang kamera ke badan kita, lalu teguhkan posisi badan. Memang, trik ini nggak bisa menggantikan posisi tripod 100%, tapi bisa sedikit mengurangi gerakan yang mampu mengaburkan gambar.
Hal diatas sangat mudah dipahami, sekarang konsentasikan teknik pemotretan ke pemilihan penempatan obyek dalam gambar. Umumnya pandangan seseorang akan tertumpu pada obyek yang berada di tengah. Dengan kata lain, obyek yang di posisikan berada di tengah gambar akan mudah terlihat kekurangannya. Untuk mengecoh pandangan penikmat foto, coba ubah penempatan posisi obyek supaya nggak pas di tengah gambar.

Menjelajahi Sudut
Sebaiknya jangan terpaku dengan sudut pengambilan sudut datar. Sesekali cobalah sudut pandang yang tajam dan juga sudut miring. Nantinya hasil gambar akan menarik. Masalah utama dalam fotografi salah satunya adalah keburaman. Betapapun canggihnya program manipulasi gambar, jika pada saat dipotret gambar sudah buram, akan susah untuk memperbaiki ketajaman gambar. Untuk mencegah keburaman, perhatikan selalu kecepatan shutter ketika akan memotret. Keburaman pada gambar seringkali disebabkan oleh terlalu cepatnya shutter. Idealnya, jika memotret tanpa tripod, pakailah shutter 1/125. Namun bila kita menyanggakan kamera di atas tripod, bisa pilih shutter dengan kecepatan 1/60 atau 1/30
Jangan Tantang Matahari
Hindari pengambilan gambar yang menantang matahari. Artinya, subyek foto lah yang menghadap sumber cahaya agar gambar yang di hasilkan terang. Jika sebaliknya, subyek akan terlihat gelap, sementara bidang lain di luar subyek akan terang benderang. Hasil ini bisa dianalogikan dengan suasana gerhana matahari. Memang, teknik fotografi menentang cahaya, atau sering disebut siluet, kerap dipilih para fotografer. Tapi jika teknik kita masih dalam level pemula, sebaiknya tunda dulu pengambilan gambar siluet.
Hindari Zoom Digital
Banyak bagunan-bagunan yang menarik untuk difoto. Sebisa mungkin hindari penggunaan zoom digital. Gunakan saja zoom optikal. Penggunaan zoom digital dapat mengakibatkan gambar pecah, atau terlihat jelas kotak-kotak pikselnya.

Jumat, 06 Maret 2015

karakteristik Multimedia

Multimedia juga mempunyai  karakteristik, yaitu ada 2:
1.       linier : sebuah struktur multimedia dimana pengguna bernavigasi sesuai  urutan dari 1 frame atau bite informasi ke yang lainnya.
2.       Non linier : struktur multimedia dimana pengguna bernafigasi secara bebas tidak dibatasi oleh rute yang ditentukan.

Dari karakteristik tersebut meliputi diantaranya yaitu :
1.       Presentasi multimedia dapat meliputi non linier dan atau interaktif dan linier atau pasif.
2.       Multimedia dapat memuat hubungan terstruktur  yang disebut Hypermedia.
3.       Pengembang multimedia membuat judul multimedia dengan piranti authoring.
4.       Proyek multimedia ketika dipublikasikan disebut judul  multimedia.
Ada beberapa istilah yang sering dipergunakan dalam multimedia, yaitu:
1.       Multimedia interaktif yaitu multimedia yang pengguna akhir atau “user” dapat mengontrol apa dan dalam hal apa urutan elemen multimedia dikirimkan.
2.       Programmer multimedia yaitu orang yang mengintegrasikan elemen bentuk keseluruhan yang harus menggunakan sebuah sistem authoring/ bahasa pemograman.
3.       Proyem multimedia yaitu sarana perangkat lunak pesan dan isi yang dapat dipresentasikan pada sebuah layar komputer atau televisi atau juga bisa disebut dengan proses pembuatan multimedia.

Kamis, 05 Maret 2015

Jenis-Jenis Komposisi

Garis
Komposisi ini terbentuk dari pengemasan garis secara dinamis baik garis lurus, melingkar / melengkung. Biasanya komposisi ini bisa menimbulkan kesan kedalaman dan kesan gerak pada sebuah objek foto. Ketika garis-garis itu digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah foto menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis-garis itu menjadi dinamis.
Bentuk
Komposisi ini biasanya dipakai fotografer untuk memberikan penekanan secara visual kualitas abstrak terhadap sebuah objek foto. Biasanya bentuk yang paling sering dijadikan sebagai komposisi adalah kotak dan lingkaran.

Warna
Warna memberikan sebuah kesan yang elegan dan dinamis pada sebuah foto apabila dikomposisikan dengan baik. Kadang kala komposisi warna dapat pula memberikan kesan anggun serta mampu dengan sempurna memunculkan “mood color” (keserasian warna) sebuah foto terutama pada foto – foto “pictorial” (Foto yang menonjolkan unsur keindahan)

Gelap dan Terang
Komposisi ini sebenarnya dipakai oleh fotografer pada era fotografi analog masih berkembang pesat terutama pada pemotretan hitam putih. Namun, sekarang ini, ditengah – tengah era digital komposisi ini mulai diterapkan kembali. Kini pengkomposisian gelap dan terang digunakan sebagai penekanan visualitas sebuah objek. Kita dapat menggunakan komposisi ini dengan baik apabila kita mampu memperhatikan kontras sebuah objek dan harus memperhatikan lingkungan sekitar objek yang dirasa mengganggu yang sekiranya menjadikan permainan gelap terang sebuah foto akan hilang.

Tekstur
Yaitu tatanan yang memberikan kesan tentang keadaan permukaan suatu benda (halus, kasar, beraturan, tidak beraturan, tajam, lembut,dsb). Tekstur akan tampak dari gelap terang atau bayangan dan kontras yang timbul dari pencahayaan pada saat pemotretan.

Tips Fotografi Kamera Ponsel

Kamera ponsel sekarang mampu menghasilkan gambar yang bagus jika kita mengambilnya dengan tepat. Dengan memasangkan teknologi canggih ini dengan ratusan aplikasi yang tersedia yang dirancang untuk membantu anda menjadi lebih kreatif dan mengambil gambar yang lebih baik.
Kebanyakan orang sekarang membawa ponsel yang memiliki kamera built in dan jika anda menyukai fotografi tetapi tidak memiliki kamera DSLR, berikut adalah 10 tips yang dapat anda terapkan untuk mengambil foto yang bagus menggunakan kamera ponsel.

1. Anggap Sebagai Kamera
Memegang ponsel dengan satu tangan dan kemudian menekan tombol shutter hanya akan mengakibatkan gambar yang blur. Peganglah ponsel dengan dua tangan dan cukup dekat dengan tubuh anda akan membuat telepon Anda jauh lebih stabil dan sebagai hasilnya, gambar anda akan menjadi lebih baik.

2. Diam
Usahakan posisi lengan menempel ke bagian samping tubuh anda, hal ini memungkinkan posisi tangan dan kamera stabil ketika membidik. Jangan gerakkan ponsel segera setelah anda mengklik tombol shutter karena kamera masih memproses tembakan. Tunggulah beberapa detik setelah shutter di tekan.

3. Gunakan Aksesoris
Banyak perusahaan kini memproduksi lensa dan pendukung untuk iPhone dan ponsel lain yang dapat membantu meningkatkan hasil foto ponsel anda.

4. Zoom Dengan Kaki Anda
Jika kamera ponsel anda tidak memiliki zoom optik, gunakan kaki anda untuk bergerak lebih dekat ke subjek daripada menggunakan zoom digital yang dapat menurunkan kualitas tembakan.

5. Cahaya
Anda akan mengandalkan cahaya alami ketika memotret dengan ponsel, jika memungkinkan memotretlah di luar ruangan. Jika di dalam ruangan, aturlah di dekat jendela atau teras.
Jika ruangan terlalu gelap dan anda perlu untuk menghidupkan beberapa lampu, lihatlah warna lampu yang dipancarkan. Anda dapat mengatur white balance pada beberapa ponsel atau dapat menggunakan aplikasi yang tersedia.
Beberapa ponsel juga memberikan pilihan kompensasi eksposur sehingga anda dapat mencerahkan atau mempergelap tembakan. Ada baiknya memeriksa terlebih dahulu pengaturan ponsel anda.
Saat memotret outdoor usahakan ponsel anda tidak menghadap ke arah matahari, karena ini dapat mengakibatkan flare, meskipun beberapa orang menyukai efek ini.

6. Periksa Pengaturan Kamera Anda
Semakin tinggi resolusi semakin baik kualitas tembakan. Jika Anda dapat mengatur kualitas gambar pastikan diatur pada pengaturan tertinggi yang tersedia. Anda mungkin juga dapat menemukan berbagai mode pengambilan gambar yang ditawarkan serta pre-set seperti malam hari, panorama dan mode portrait yang semuanya dirancang untuk membantu anda mengambil gambar terbaik.

7. Lensa
Karena kebanyakan ponsel dimasukkan ke dalam saku atau disimpan di dalam di tas pastinya akan mudah berdebu dan sering dipegang, maka lensanya bisa tertutup sidik jari berminyak. Maka pastikan anda merawat lensa agar tetap bersih dan memeriksanya sebelum mengambil gambar.

Tata cahaya dalam fotografi

1.       Key light/ cahaya kunci 
Adalah cahaya yang langsung mengenai objek dan bersifat dominan. Kebanyakan key light searah dengan camera untuk tujuan menciptakan efek tertentu. Key light dapat ditempatkan disamping kamera sehingga cahaya mengenai sebagian objek.

2.      Fill light/ cahaya isi 
Adalah cahaya yang berfungsi mengisi key light yang mengenai satu sisi menimbulkan bayangan disisi lain. Fill light berfungsi menghilangkan banyangan key light, fill light juga berfungsi meratakan intensitas sinar pada ruangan. Jumlah fill light biasanya lebih dari satu disesuaikan dengan kebutuhan penglihatan bayangan. 

3.      Back light/ cahaya belakang 
Adalah cahaya yang berasal dari belakang objek dan biasanya digunakan sebagai pembentik gambar artistic dan memperkuat kesan (siluet, angker, misterius, dsb). 

Angel dalam Fotografi

Angel atau dalam istilah lain disebut sebagai posisi/sudut bidik mempunyai peranan penting dalam photography karena dengan mengetahui berbagai angel dalam photography maka konsep yang ingin kita capai dalam menghasilkan sebuah karya photo akan lebih mudah.
Mari kita ketahui berbagai angel dalam photography ini yang umum dilakukan oleh para photographer. Tidak terkecuali photographer pemula ataupun photographer yang sudah kelas dunia.
1. Normal angel
Saya lebih sering menyebutnya frontal atau angel umum karena paa posisi ini kamera yang dipegang oleh photographer sejajar dengan objek yang kita jadikan objek sebuah foto.

2. Bird eye view atau eagle eye angel
Angel ini merupakan suatu angel dimana kita sedang berada disuatu ketinggian tertentu, oleh sebab itu diistilahkan sebagai sudut pandang mata elang. Ini basanya dilakukan dalam melakukan landscape photohgraphy dimana ang kita tuju adalah keluasan ruang yang akan kita jadikan sebuah karya photography tersebut.

3. Low angel
Kata yang satu ini pasti sudah sangat sering di dengar. Sesuai dengan kata-katanya “low angel” berarti sudut tembak yang rendah dari objek yang kita jadikan sasaran.

4. High angel
Angel jenis ini merupakan kebalikan dari “low angel” yaitu memposisikan diri tepat berada diatas objek yang kita jaikan sasaran/objek bidik.

5. Frog eye angel
Angel jenis ini sesuai dengan namanya juga “frog” yang berarti kodok. yaitu suatu angel yang sangat rendah. Bahkan lebih rendah dari “low angel”. Angel jennies ini menuntut seorang photographer untuk mengambil posisi kamera yang dipegang sangat dekat dengan tanah. Bahkan tidak sedikit photographer mencapa angel ini dengan posisi tiarap laksana seorang tentara yang sedang merayap.